Dalam cinta-kasih dan doa
Lahirlah putra KH. Mawardi
Abdul Muin namanya
Junglorong tanah lahirnya

Prajjan dan Al-Khoziny
Tempatnya mengaji diri
Mengakarkan budi
Cikal bakal ilmu agama terasah di kedalaman hatinya

Merantau dan merantau nama lain hidupnya
Di masa muda, masa yang penuh makna
Setelah be keluarga, setelah menemukan intisari cinta
Berjuang di tanah lahir pilihan hidupnya

Setelah naik haji
KH. Cholid Mawardi
Nama yang dipilih
Sebagai nama penuh berkah

KH. Mawardi
Telah menjadi cermin
Hakikat Kiai
Adalah mengabdi

Tersebutlah tanah Torjunan
Tanah pilihan cikal bakal perjuangan
Datang lima bocah berucap kami ingin sekolah
Aku tak datang untuk menjadi kiai

Kami ingin sekolah, Kiai
Kami ingin sekolah
KH. Cholid Mawardi, tak punya pilihan
Selain berucap bismillah

Lembaga rintisan, Assanusi tegak berdiri
Menyangga agama Ilahi
Tabarrukan pada KH. Sanusi
Kakek dari KH. Cholid Mawardi

Torjunan menjadi tanah yang diberkahi
Keberadaan KH. Cholid Mawardi
Sebagai cikal bakal Masjid Al-Muhajirin tegak berdiri

Selalu mengutamakan umat
Mendahulukan kepentingan masyarakat
Nama lain KH. Cholid Mawardi
Yang begitu melekat di hati

20 Dzul Hijjah sang Kiai Pejuang
Telah wafat meninggalkan kita
Dalam pengabdian yang khidmat

Jasa-jasamu, Kiai
Tak pernah benar-benar mati
Senantiasa hidup di kedalaman sanubari

Terimakasih atas segala juang
Berkatmu, kami semakin menghargai linang
Berkatmu, kami semakin mengenal sajadah panjang

Semoga surga
Alamat terindah bagimu, Kiai

Oleh:

Moh. Ghufron Cholid.
Junglorong, 19 Maret 2022.

TAMAT.